Hari Warga India Suci Diri Di Limbah Sungai Beracun

Hari Warga India Suci Diri Di Limbah Sungai Beracun – Salah satu bengawan yang dikira sangat bersih di India ialah Bengawan Yamuna semacam dilapisi salju tebal, Tetapi tampaknya itu merupakan busa berbisa dari polutan pabrik.

Pada hari Rabu, Jumat( 12/ 11/ 2021), ratusan masyarakat Hindu India senantiasa turun ke bengawan itu yang airnya berbusa serta berbisa. Apalagi kadangkala mereka membenamkan diri serta berenang, buat men catat pergelaran Chhath Sanjung.

rameshsrivats Bengawan Yamuna yang panjangnya 1. 376 km ialah salah satu bengawan sangat bersih untuk pemeluk Hindu, yang pula salah satu yang sangat terkontaminasi di bumi.

Bengawan itu menyediakan lebih dari 50 persen keinginan air untuk ibukota India New Delhi, perihal yang memunculkan resiko kesehatan yang sungguh- sungguh untuk masyarakat di situ.

Bengawan ini sudah jadi lebih kotor sepanjang bertahun- tahun sebab beberapa besar kotoran bunda kota, dan pestisida pertanian dari negeri bagian orang sebelah serta kotoran pabrik dari kota- kota pabrik mengalir ke rute air, walaupun juga telah ketentuan mengenai pencemaran.

Tetapi masyarakat Hindu yang patuh sedang berduyun- duyun turun ke bengawan tiap tahun sepanjang pergelaran, yang diperuntukkan memuja buat dewa mentari serta dicoba dengan membilas diri di bengawan.

Rajesh Kumar Verma tercantum di antara mereka yang berharap di pinggir bengawan berbisa Yamuna pada hari Rabu.

Ia ketahui air itu beresiko namun senantiasa berdiri di dalamnya, tidak takut dengan ancaman kesehatan yang bisa jadi ditimbulkannya.

” Khawatir apa? Bila kita khawatir, kemudian gimana kita dapat berharap?” tuturnya. Pihak berhak memobilisasi perahu motor dalam usaha buat membubarkan busa berbisa.

Mereka pula mendirikan pelindung dari batang bambu buat menjauhkan busa dari pinggir bengawan.

Ditempati paling tidak semenjak 1800 Saat sebelum Kristen, Varanasi populer selaku salah satu kota tertua yang sedang hidup di Alam.

Kota ini pula merupakan salah satu tempat yang sangat bersih untuk dekat 1, 2 miliyar pemeluk Hindu di bumi.

Tiap hari, dikala suara bel kuil bergaung di atas kepala, puluhan ribu pemeluk menuruni 88 anak tangga batu( ghat) buat mencelupkan diri ke Bengawan Gangga- ritual penghapusan dosa- dosa mereka.

Baca Juga :  India Dan RI Dilanda Kebingungan Dalam Konferensi Tingkat Tinggi

Di dekatnya, ada 2 tempat pembakaran jenazah di mana kusen terbakar selama durasi. Di situ, saudara yang berkabung berduyun- duyun membagikan hidmat terakhir atas keluarga mereka yang tewas.

Mereka yakin kalau Dewa Shiva ataupun Siwa sendirilah yang membisikkan jampi- jampi Tarak( lantunan pembebasan) ke kuping seluruh orang yang dikremasi di mari, berikan mereka moksha praktis ataupun keamanan.

Tetapi, alibi aku mendatangi Varanasi lumayan berlainan. Aku tidak tiba buat mengalami kematian ataupun mensterilkan jiwa. Aku tiba buat mencicipi santapan vegetarian yang istimewa di kota yang mana daging dilarang dihidangkan.

Siwa, dewa vegetarian

Mengemudi lewat jalan- jalan kota yang padat jadwal, Rakesh Giri, pengemudi yang cerdas menceritakan, berikan ketahui aku gimana Siwa, dewa perusak alam sarwa, sudah mendirikan Varanasi pada era dulu kala, bagi keyakinan Hindu.

Semacam mayoritas masyarakat Varanasi, Giri merupakan seseorang Shaivite( fans Siwa) yang patuh.

Serta selaku pengikut, Giri yakin Siwa merupakan dewa vegetarian. Giri serta beberapa besar masyarakat Varanasi lain menjajaki diet kencang sattvic( vegetarian asli).

” Aku serta keluarga aku sudah jadi vegetarian asli sepanjang sebagian angkatan. Kita apalagi menyangkal buat minum air di rumah di mana telur disantap,” tutur Giri sembari merendahkan aku.

Akhir dari Podcast

Varanasi bisa jadi ialah bunda kota kebatinan India, namun tidak diketahui selaku tujuan para pengunjung kuliner.

Beberapa besar turis santapan mungkin hendak berduyun- duyun ke pusat kuliner populer di Delhi, Kolkata ataupun Chennai saat sebelum mengarah Varanasi.

Tetapi saat ini, para chef dari semua bumi mulai termotivasi dari peninggalan kuliner Varanasi.

Chef Vikas Khanna, yang menyambut bintang Michelin tiap tahun dari 2011 sampai 2016 kala beliau mengatur Restoran Junoon di Manhattan, berkata kalau beliau kagum oleh panekuk aci soba vrat ke kuttu yang dihidangkan di satu kuil Varanasi.

” Aku sudah melaksanakan yang terbaik buat buatnya kembali di dapur aku di Manhattan. Rasanya semacam kayangan,” tutur Khanna pada Lonely Planet pada tahun 2020.

Chef yang 2 kali mendapatkan bintang Michelin, Atul Kochhar, melabeli restoran India modernnya di London Benares( julukan Varanasi sepanjang rezim Inggris).

Dalam novel masaknya, Atul menunjukkan formula kombinasi vegetarian, semacam panekuk buncis serta salad tomat konvensional, yang mementingkan campuran rasa manis serta asam.

Apalagi, chef selebritas India Sanjeev Kapoor sudah menulis mengenai kesukaannya pada santapan Varanasi, menerangi hidangan vegetariannya yang luar lazim.

Kombinasi sattvic serta spiritualitas

Pasti saja, di suatu negeri yang penduduknya 80% Hindu serta 20% vegetarian, opsi tanpa daging terdapat di mana- mana.

Namun apa yang membuat olahan vegetarian Varanasi sedemikian itu menarik merupakan gimana pengkhususan sattvic serta vegetariannya dengan cara langsung dipengaruhi oleh rasa adat- istiadat spiritualitas kokoh.

Menu sattvic didasarkan pada prinsip- prinsip Ayurveda serta menaati standar vegetarianisme yang sangat kencang yang didetetapkan oleh Sanatana dharma, sesuatu wujud mutlak dari agama Hindu.

Semacam, mencegah pemakaian bawang merah serta bawang putih dalam olahan, yang dipercayai bisa tingkatkan amarah, gempuran serta keresahan, antara lain.

” Nyaris tiap rumah tangga Hindu di Varanasi mempunyai mazbah yang didedikasikan buat Siwa di rumah. Makan daging di rumah tidak terpikirkan,” nyata Abhishek Shukla, seseorang shastri( pendeta) di Kuil Kashi Vishwanath yang populer di Varanasi.

” Senantiasa sattvic merupakan prioritas untuk mereka yang mau menggapai keamanan sebab kita yakin kalau jiwa kita hendak mengidap semacam yang kita bunuh buat santapan, serta kebalikannya. Daging, bawang serta bawang putih memperparah kecondongan tamasic( kebalikan dari sattvic), alhasil susah untuk orang buat berkonsentrasi serta melaksanakan evaluasi yang bagus.”

Dengan cara konvensional, banyak restoran Varanasi sudah menyuguhkan daging buat melayani turis Barat serta pengunjung Hindu non- vegetarian, serta olahan sattvic lokal haya jadi santapan penting di rumah- rumah.

Posted on